Wednesday, January 18, 2012

Toto Chan ~ Gadis Cilik Di Jendela



ZOE [6.18 a.m]

Kali ini aku akan menceritakan buku yang sudah pernah aku baca beberapa tahun yang lalu. Tahu dong pasti buku-buku yang aku pernah baca berdasarkan KISAH NYATA. Buku ini berjudul "Toto Chan ~ The Little Girl at the Window"dalam bahasa Indonesia buku ini diterjemahkan menjadi "Toto Chan ~ Gadis Cilik di Jendela" atau dalam bahasa aslinya berjudul "窓ぎわのトットちゃん (Madogiwa no Totto-chan)". Buku ini ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi. Buku ini sendiri menceritakan pengalaman pribadi si penulis saat dia masih kecil. Toto Chan adalah panggilan kecil si penulis Tetsuko Kuroyanagi (panggilan Toto Chan terdengar imut ya asal jangan diganti "Tai Chan" saja coz "Tai Chan" itu sebutan yg dipake oleh musuhku biar terlihat imut). Faggg banget lah. Ha3 Lets forget that bitch for a while. Well, Sejak direlease tahun 1981, buku ini sudah menjadi BEST SELLER di Jepang. Aku tahu buku ini sekitar tahun 2007-an. 

Buku ini berkisah mengenai nilai pendidikan yang didapatkan oleh Teksuko Kuroyanagi (a.k.a Toto Chan) waktu dia sekolah di Tomoe Gakuen, SD di Tokyo yang didirikan oleh pendidik Sosaku Kobayashi waktu Perang Dunia II berlangsung. Toto Chan sendiri adalah gadis yang super hiperaktif dan dinilai gurunya sebagai gadis kecil yang "super nakal"! Menurutku, nakalnya si Toto Chan beda sama nakalnya si Sinchan! Toto Chan dinilai hiperaktif karena rasa keingintahuannya yang sangat tinggi! Dia ingin tahu setiap fenomena unik yang ia temui di sekolah (hihihih aku banget nih). Tapi justru "rasa keingintahuannya" itulah yang membuat dia melakukan sesuatu yang membuat stress & pusing guru-gurunya di sekolah sehingga akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah! Ha3 Bayangkan masih bau kencur SD dia sudah kena drop out! 

Di awal-awal bab, buku ini menceritakan saat Toto Chan sekolah di sebuah SD. Di SD itu gurunya memperingatkan murid-murid agar membuka dan menutup meja saat mereka mau menaruh atau mengambil alat-alat tulis mereka saja! Tapi dasar si Toto Chan, di rumahnya kan gak ada meja yg seperti itu, ini baru pertama kali dia melihat meja yang bisa dibuka dan ditutup. Dia tertarik dengan meja yang menurutnya sangat keren itu. Sehingga dia berkali kali mengambil dan menaruh alat-alat tulisnya supaya bisa membuka dan menutup mejanya itu! Ha3 Koplak nih anak! Ini cuma satu dari rangkaian ulah Toto Chan yang membuat gurunya pusing 7 keliling. Alhasil, gurunya di SD itu, tak sanggup lagi mengajar anak yang menurut mereka "nakal"  dan sangat "mengganggu" ini. 

Mama Toto Chan sangat bijaksana dalam menanggapi perihal di-dropout-nya Toto Chan dari sekolah. Akhirnya, mama Toto Chan mencarikan sekolah lain yang cocok untuk anak hiperaktif seperti Toto Chan. Mama Toto-Chan pun akhirnya menemukan sekolah SD yang menurutnya akan sangat cocok untuk Toto Chan. SD itu bernama Tomoe Gakuen. Sekolah ini sangatlah unik daripada sekolah-sekolah lain pada jaman itu. Yang membuat SD Tomoe Gakuen sangat unik adalah: 
Pertama, ruang kelasnya itu berada di dalam gerbong kereta yang sudah tak terpakai sehingga murid-murid bisa belajar sambil melihat pemandangan alam.
Kedua, kepala sekolahnya nyetrik dengan membuat peraturan kepada semua muridnya agar memakai pakaian paling USANG dengan tujuan agar muridnya terlihat sama, sederajat, dan tidak terlihat "lebih" dari satu dengan yang lain. Beda dengan Jepang era sekarang yang seragam sekolahnya "gaul bin fashionable" abis kayak di film Sailormoon! Ha3. 
Ketiga, kepala sekolahnya gaul man! Pak kepala sekolahnya bernama Kobayashi Sensei (Mr. Kobayashi). Mr. Kobayashi ini sangat bersahaja dan membumi atau bahasa gaulnya (down-to-earth)! Mr. Kobayashi mau melakukan pendekatan kepada murid-muridnya dari hati ke hati sehingga muridnya merasa nyaman dan tidak takut untuk mengekspresikan diri. Dia selalu memotivasi murid-muridnya yang merasa minder tidak bisa cerita sampai akhirnya murid tersebut bercerita, tanpa menyebut murid itu "ANAK BODOH"!

Tentu saja Toto Chan sangat senang sekolah di SD Tomoe ini! Bahkan si hiperaktif Toto Chan ini senang menghabiskan waktunya dengan Mr. Kobayashi untuk bercerita ngalor-ngidul! Dasar Toto Chan kan bawel dan selalu ingin tahu tentang segala sesuatu sehingga gak heran kalo dia juga pernah bercerita selama 4 JAM tanpa henti kepada Mr. Kobayashi! Karena Mr. Kobayashi ini adalah orang yang baik dan sabar, tentu saja ia mendengarkan celotehan  si Toto Chan tanpa menunjukkan rasa kantuk atauoun bosan! (wah Mr. Kobayashi tipe cowokku banget nih! hihihiihi).

Suatu ketika, waktu dia sekolah, dia memulai menunjukkan kebiasaan aneh seperti waktu dia sekolah di SD yang lama. Toto Chan mempunyai kebiasaan mengintip lubang jamban (WC) setelah ia buang air besar! wkwkwkwk Parah nih anak rasa ingin tahu-nya terlalu tinggi! Padahal mamanya berkali-kali melarangnya! Tapi dasar si Toto Chan "rasa ingin tahunya" mengalahkan segalanya! Dia tetap melakukan kebiasaanya mengintip lubang jamban setelah buang air besar. Lah waktu itu dia membawa dompet. Saking asyiknya mengintip lubang jamban, dompet yang ia bawa pun akhirnya jatuh ke lubang jamban itu! Kyaa! Dia gak terima dompetnya jatuh! Akhirnya dia turun dan mengambil bak penampungan yang sudah dipenuhi tinja itu! (Maklum waktu perang dunia II jamban di Jepang sama saja seperti di Indonesia masih sangat-sangat tradisional menggunakan bak penampungan). Tanpa rasa geli dan jijik, Toto Chan mengobrak-abrik bak penampungan yang berisi tinja itu! Dalam benaknya "Dompetku harus ketemu!"! Tinja dalam bak itu hampir habis ia obrak-abrik tapi dompetnya belum ketemu juga. Akhirnya Mr. Kobayashi menghampirinya dan berkata "Kau akan mengembalikannya ke tempat semula kan?" Toto Chan pun menganggukkan kepala. Akhirnya Mr. Kobayashi meninggalkan Toto Chan tanpa memarahinya. Karena Mr. Kobayashi percaya kalo Toto Chan akan mengembalikannya seperti semula. Meskipun pada akhirnya, dompet Toto Chan tidak ketemu tapi dia merasa sangat puas telah berusaha keras mencari dompetnya yang hilang itu. Dia pun juga membersihkan TKP dan mengembalikan bak penampungan tinjai tu ketempat semula karena dia tidak ingin mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh Mr. Kobayashi kepadanya. Dia yang berbuat dan dia merasa dia juga yang harus bertanggung jawab. Ihhh pasti kebanyakan guru atau orang tua akan mengomeli dan memarahi anak/muridnya saat mengetahui mereka "mengobrak-abrik tinja!"! Wkwkwkkw Sumpah bacalah buku ini, selain untuk menambah pengetahuan tentang sekolah SD Tomoe yang sangat inspiring, dijamin kalian juga bakal ngakak lihat tingkah lagu si Toto Chan ini! 

Buku ini penuh dengan pesan-pesan positif khususnya bagi orang tua, guru, calon ibu, maupun anak-anak. Yah daripada baca biogragi boyband korea atau nonton FTV Indonesia yg "gak banget", mending anak-anak Indonesia baca kisah nyata dari negeri sakura ini! Kisah yang diangkat dari kisah masa kecil si penulis ini benar-benar MENDIDIK! ASAL TAHU SAJA YA: BUKU INI MERUPAKAN BUKU BACAAN WAJIB BAGI PENDIDIKAN ANAK-ANAK DI JEPANG! Gak heran kalo di Jepang banyak orang-orang yang etos kerjanya dan rasa ingin tahunya tinggi kayak si Toto Chan. Gak heran juga kalo orang Jepang lebih suka "MENCIPTAKAN DAN MEPRODUKSI SESUATU" daripada"MENGKONSUMSI SESUATU"! Ya semua itu berawal dari rasa ingin tahu yg begitu tinggi yg dimiliki orang-orang Jepang! Gak heran penemuan-penemuan keren dihasilkan oleh negeri kecil ini!

Buku ini juga memberi saran kepada kita orang Indonesia tentang cara mendidik anak-anak yang harus diperlakukan memang sewajarnya “anak-anak”, memahami dunia dan pemikiran anak-anak, mengembangkan sekaligus mengarahkan kemampuan masing-masing murid sesuai bidang yang disuka karena setiap anak memiliki kepintaran yang berbeda, tanpa marah kepada murid, tidak pernah menganggap muridnya adalah anak nakal tapi anak yang kreatif, diajarkan sikap sopan santun dan tidak boleh membuat orang lain marah, serta membuang sampah pada tempatnya. Belajar tentang arti persahabatan, kepedulian terhadap orang lain, etika, dan tanggung jawab. Belajar dari alam disertai praktek langsung, dan menggunakan musik sebagai penyelaras fisik dan pikiran serta otak kiri dan otak kanan yang harus seimbang. Tidak heran kalo banyak alumni dari SD Tomoe menjadi orang-orang sukses, tentu sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Setelah baca kisah ini jadi ngenes juga lihat tingkah polah anak bau kencur di Indonesia yang sekarang lagi trend nyanyi lagu 7 Icon yang "Gak gak gak kuat" atau lagu dangdut yang "Kuhamil duluan bla bla bla" Faggggg banget lah! Memang di Jepang juga terkenal dengan produksi film porno tapi tak lihat-lihat kok malah banyak orang Indonesia ya yang mengkonsumsi produk film porno Jepang. Wkwkwkwk Kebolak balik nih! Okey! Saatnya perbaiki diri dan perbaiki sistem pendidikan anak di Indonesia! Ganbatte Kudasai! 

By the way, ini masih buku yang pertama! Aku belum beli buku Toto Chan yang kedua! Di buku kedua menceritakan waktu Toto Chan sudah dewasa waktu dia menjadi relawan perang dan dipilih menjadi DUTA UNICEF loh. Aku belum beli sih, but I will buy it soon! =)

Ini adalah kesan penulis terhadap gurunya di SD:
"Sulit bagiku untuk mengukur betapa aku sangat tertolong oleh caranya mengatakan padaku, berulang-ulang,  ”Kau anak yang benar-benar baik, kau tahu itu kan?” Seandainya aku tidak bersekolah di Tomoe dan tidak pernah bertemu Mr Kobayashi, mungkin aku akan dicap “anak nakal”, tumbuh tanpa rasa percaya diri, menderita kelainan jiwa dan bingung. 

Wah Mr. Kobayashi, I LOVE YOU FULL LAH! Mungkin perasaan Toto Chan terhadap gurunya (Mr. Kobayashi) ini kayak perasaanku kepada guru bahasa Inggris-ku di SMP Bu Sulianah! Mereka berdua sama-sama sanggup memotivasiku untuk BISA saat orang lain menganggapku TIDAK BISA! 

BEST REGARDS, 
ZOE

0 comments:

Post a Comment